Daftar e-mail untuk info terbaru

Pemko Banda Aceh Kucurkan Dana Rp 5 Miliar Per Tahun untuk UKM

  • Pemko Banda Aceh Kucurkan Dana Rp 5 Miliar Per Tahun untuk UKM
  •  

    Banda Aceh - Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE menjadi salah satu narasumber dalam Bincang Inspiratif “Satu Indonesia Award 2016” yang digelar oleh Astra Internasional di Aula Lantai III Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kamis (17/3/2016).

    Acara yang dimoderatori oleh Yulian Warman yang juga salah satu juri Satu Indonesia Award 2016 tersebut, juga menghadirkan Tri Mumpuni advisor Kementerian ESDM RI, Riza Deliansyah Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk, dan Novianto pemenang Satu Indonesia Award 2012, sebagai narasumber.

    Dalam paparannya, Sekda Bahagia menyebutkan, sesuai dengan misi ketiga Pemko Banda Aceh sesuai RPJM 2012-2017 yaitu Memperkuat Ekonomi Kerakyatan, pihaknya terus berusaha meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan berbagai program, di antaranya pembinaan/pelatihan kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

    “Pada 2015 tercatat ada sekitar 6.600 UKM di Banda Aceh yang jenisnya didominasi oleh sektor industri, perdagangan, jasa, dan transportasi. Mereka terus kita bina dan latih mulai dari proses produksi hingga manajemennya. Harapan kita semua desa harus punya produk unggulan, saat ini ada 12 jenis usaha yang potensial di Banda Aceh,” kata Bahagia.

    Dari ribuan UKM yang ada, sambung Sekda, UKM andalan di Banda Aceh adalah home industry seperti usaha produksi souvenir, kue, dan makanan olahan khas Aceh. “Contohnya produk Eungkot Keumamah (ikan kayu), selain kualitasnya yang harus baik, packaging dan pemasarannya juga harus kita perhatikan,” katanya.

    Ia menambahkan, problem utama UKM di Indonesia termasuk di Aceh adalah terkait akses permodalan, dan untuk itu Pemko Banda Aceh menyiapkan anggaran cukup untuk UKM. “Setiap tahunnya, bekerjasama dengan BPR kami mengucurkan dana sekira Rp 5 miliar berupa pinjaman kepada kelompok UKM, dan itu tidak dikutip bunga,” katanya lagi.

    “Selain itu, di tingkat desa juga tersedia anggaran sekira Rp 15 miliar yang dapat dipinjam oleh UKM dari kepala desa masing-masing untuk mengembangkan usahanya,” pungkas Sekda seraya mengajak para wirausahawan muda Banda Aceh untuk mengikuti ajang Satu Indonesia Award 2016.

    Satu Indonesia Award merupakan ajang kompetisi yang hasil akhirnya berupa penghargaan untuk lima pemuda yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kompetisi ini disponsori oleh PT Astra International Tbk bekerja sama dengan Tempo Media Group dan telah digelar sejak 2012. Tahun ini, proses pendaftaran telah dibuka sejak 8 Maret hingga 8 Agustus 2016. (Jun)