Daftar e-mail untuk info terbaru

Illiza Minta Desainer IFC Aceh Tonjolkan Karakter Islami Di Setiap Karyanya

  • Illiza Minta Desainer IFC Aceh Tonjolkan Karakter Islami Di Setiap Karyanya
  •  

    Banda Aceh – Kepengurusan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Cabang Aceh telah dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan, Selasa (23/2/2016) di Aula SMK I,II,III Lhong Raya Banda Aceh. Dalam acara ini turut ditampilkan karya desainer-desainer asal Aceh dengan model mayoritas siswa SMK Banda Aceh.

    Usai pengukuhan, digelar talkshow dengan nara sumber Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE dan Pembina IFC Aceh, Darwati A Gani.

    Di depan para desainer muda Aceh, siswa serta para peserta acara tersebut, Illiza menyampaikan dirinya mengapresiasi mimpi dari IFC yang yang ingin menjadikan busana muslim sebagai trendsetter dunia. Namun Illiza mengingatkan setiap rancangan harus menunjukkan indentitas Aceh yang berkarakter Islami.

    “Kita harus tonjolkan indentitas Islam di setiap karya-karya kita, karena Aceh identik dengan Islam. Ornamen Aceh itu keren-keren, tinggal kita kembangkan saja,” ujar Illiza.

    Illiza mengapresiasi lahirnya IFC dimana memberikan kesempatan para desaigner Aceh berkreasi dan menggelar sejumlah event.

    “Kita senang adanya event seperti ini, karena kita bisa lihat mana karya yang bagus, yang masih perlu diperbaiki dan yang mana karya yang harus kita dukung,” ujarnya.

    Untuk mendapatkan bahan baku, Illiza melihat IFC bisa bekerjasama dengan para pengrajin di Banda Aceh untuk mendapatkan bahan baku.

    “Di Banda Aceh juga banyak pengrajin binaan dari Pemko Banda Aceh. Karya mereka juga sudah bagus-bagus, seperti bordir ada di Lambaro Skep, tenun di wilayah Jaya Baru, kain songket dan lainnya. Mungkin bisa juga dimanfaatkan hasil kerajinan mereka sebagai bahan baku,” ungkap Illiza.

    Sementara itu, Darwati A Gani sependapat dengan pernyataan Illiza. Menurutnya indentitas adalah sebuah karya sangat penting. Darwati mengakui karya-karya dari desainer Aceh sudah lumayan bagus namun belum sepenuhnya sesuai syariat Islam.

    Terkait dengan bahan baku, Darwati menyarankan para desainer mencoba menggunakan batik Aceh karena menurutnya batik Aceh memiliki kualitas yang bagus. “Aceh juga punya batik, kita sudah rintis dari 2007, mungkin desainer bisa ambil batik aceh untuk bahan baku,” Darwati menyarankan.(Mkk)