Daftar e-mail untuk info terbaru

Kutip Sampah di Alue Naga, Illiza: Pantai Juga Harus Bersih dari Maksiat

  • Kutip Sampah di Alue Naga, Illiza: Pantai Juga Harus Bersih dari Maksiat
  •  

    Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama ratusan pemuda dari 54 komunitas mengutip sampah plastik di kawasan Pantai Alue Naga, Syiah Kuala, Minggu (21/2/2016). Acara itu digelar dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016.

    Turut serta bersama Illiza antara lain Sekda Bahagia, sejumlah Kepala SKPK, unsur TNI dan Polri serta masyarakat. Bukan hanya di Pantai Alue Naga, aksi yang sama juga digelar di beberapa lokasi lainnya yakni di Kopelma Darussalam, Peunayong, dan kawasan pantai Ulee Lheue.
     

    ‎Ditemui di sela-sela kegiatan, Wali Kota Illiza menyebutkan sangat bersyukur dan bangga melihat besarnya kepedulian pemuda Banda Aceh terhadap lingkungannya. “Ini merupakan sebuah gerakan yang luar biasa positif dari anak-anak muda kita,” katanya.

    “Tinggal di daerah yang menerapkan Syariat Islam, dan iman telah masuk ke dalam dada para pemuda, maka merekalah yang hari ini berada di garda terdepan membersihkan kota, karena sejatinya kota ini milik mereka, milik masyarakat, dan milik kita semua.”

    Dirinya sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat, kata Illiza, sangat mengharapkan lebih banyak lagi muncul gerakan-gerakan yang sifatnya bottom up bukan top down. “Saya surprise ada 54 komunitas yang ikut bersama-sama pemerintah hari ini. Artinya sudah ada kesadaran dari pemilik kota ini sendiri untuk menjaga lingkungannya.”

    Ajang seperti ini, sambung Illiza, harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai salah satu bentuk transfer knowledge kepada generasi kedepan. “Gerakan bebas sampah ini juga menjadi ajang untuk menjalin ukhuwah antar pemuda. Tapi ingat ya, selain harus bebas sampah, pantai juga harus bebas dari maksiat,” pesan Illiza.

    Kepada warga kota, Illiza juga mengimbau untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya yakni di rumah masing-masing dengan membatasi jumlah pemakaian kantong plastik. “Kota ini tidak mungkin dibersihkan hanya oleh pemerintah, tapi harus dimulai dari setiap rumah. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga sangat kita harapkan. Itu juga bentuk ibadah dan tanggung jawab kita Allah SWT,” pungkas Illiza.

    Sebelum ke Alue Naga, Illiza dan rombongan ikut bergotong-royong bersama warga mengutip sampah di kawasan Rex Peunayong. Pada hari yang sama, Illiza juga menyempatkan diri untuk mengutip sampah di Kopelma Darussalam bersama sejumlah perwakilan komunitas hijau. Di sana, mereka berhasilkan mengumpulkan sampah plastik seberat 535 Kg. (Jun)