Daftar e-mail untuk info terbaru

GP Ansor Dukung Visi Banda Aceh Model Kota Madani

  • GP Ansor Dukung Visi Banda Aceh Model Kota Madani
  •  

    Banda Aceh - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendukung visi Banda Aceh Model Kota Kota Madani yang diusung Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal. Dukungan tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Banda Aceh Azwar AG saat bertemu jajaran pejabat Pemko Banda Aceh di balai kota, Kamis (14/1/2016).

    Kedatangan Azwar bersama Sekretaris Zikrullah dan sejumlah pengurus GP Ansor Banda Aceh diterima oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik T Iwan Kesuma dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Bahromsyah. Hadir pula Kadis Syariat Islam Mairul Hazami, sejumlah Kabag di lingkungan Setdako Banda Aceh serta Kakankemenag Amiruddin.

    Menurut Azwar, pihaknya merasa terpanggil untuk menyukseskan visi misi Pemko Banda Aceh yang ia nilai sebagai impian besar. “Banda Aceh Model Kota Madani adalah sebuah harapan dan impian besar yang tak mungkin diwujudkan secara personal oleh Wali Kota Illiza. Beliau butuh dukungan baik dari internal maupun eksternal.”

    “OKP atau pemuda secara umum memiliki peran penting dalam pembangunan suatu daerah baik secara fisik mapun non fisik. Untuk itu kami menyatakan mendukung penuh visi Banda Aceh Model Kota Madani walau kami berada di luar pemerintahan,” katanya.

    Melihat kencangnya arus urbanisasi di Banda Aceh sebagai ibukota provinsi, ia menilainya sebagai hal yang perlu disikapi serius karena berakibat pada akulturasi budaya dan pemikirin yang tak mungkin dihindari. “Menjadi penting pula bagi pemerintah untuk melibatkan OKP dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tingkat grassroot seperti penerapan Syariat Islam, dan maraknya aliran sesat,” katanya lagi.

    Selanjutnya ia menyampaikan beberapa rekomendasi hasil diskusi internal pihaknya kepada Pemko Banda Aceh. “Pada sektor ekonomi, perlu dibangun suatu pusat aktivitas bisnis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kemudian memperbanyak fasilitas sosial seperti taman kota agar interaksi antar warga meningkat, dan tidak hanya kumpul di Warkop.”

    Pada sektor lingkungan, pimpinan GP Ansor Banda Aceh periode 2015-2019 ini menilai konsep pembangunan ke depan perlu diperhatikan faktor keberlanjutan alamnya karena Kota Banda Aceh terletak di daerah pesisir yang rawan bencana.

    Sementara T Iwan Kesuma yang pada kesempatan itu mewakili wali kota, memandang pertemuan dengan OKP  penting dilakukan guna mendapat masukan-masukan demi kepentingan masyarakat. “Meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan sejatinya memang telah tertuang dalam salah satu poin misi Pemko Banda Aceh.”

    Ia juga mengajak para pemuda agar jangan lalai nongkrong di Warkop untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. “Manfaatkan Warkop untuk kegiatan yang positif. Saat ini kita sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), mari kita persiapkan diri agar dapat memiliki daya saing yang tinggi,” kata Iwan seraya mengapresiasi komitmen GP Ansor untuk tidak masuk ke ranah politik. (Jun)