Daftar e-mail untuk info terbaru

Tampil di Forum UCLG-Dunia, Illiza Sampaikan Tiga Hal

  • Tampil di Forum UCLG-Dunia,  Illiza Sampaikan Tiga Hal
  •  

    Paris - Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, Sabtu (4/12/2015) hadir dan tampil di podium forum UCLG-ASPAC di Paris, Perancis.

    Illiza yang saat ini menjabat sebagai sebagai Ketua dari Komite Kerja untuk Kesetaraan Gender UCLG-Asia Pasific menyampaikan tiga hal di forum yang di hadiri ratusan pemimpin dunia tersebut.

    Kata Illiza, Pemerintah Daerah harus dilihat sebagai responden langsung terhadap krisis kemanusiaan. Pemerintah daerah harus lebih kuat, harus diberdayakan untuk mempertahankan pembangunan. Pemerintah Nasional dan masyarakat Internasional harus memahami dan mengakui bahwa Pemerintah Daerah berperan penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan kunci keberhasilan terhadap pembahasan kerangka kerja sama dimana pemerintah daerah berada di garis depan.

    Terkait dengan urbanisasi, Illiza menilai hal tersebut tidak dapat dihindari dan dapat meningkatkan risiko terhadap krisis kemanusiaan, dan itu berarti meningkatnya masalah terhadap perempuan dan kesejahteraan mereka. Kondisi ini dinilai Illiza dapat merugikan proses pembangunan. Karenanya, politisi PPP ini mendesak masyarakat Internasional harus mengadopsi strategi spesifik yang berfokus pada krisis perkotaan yang pada akhirnya mengadopsi Sendai Framework pada KTT Kemanusiaan Dunia.

    Hal lainnya, Illiza meminta UCLG harus melanjutkan pekerjaannya yang sangat baik untuk membangun solidaritas dan kerjasama di tingkat Internasional dan telah terbukti bahwa karya-karyanya telah melayani dan membantu para anggotanya dalam rangka mendorong kolaborasi inklusif global bagi Pemerintah Darerah.

    Poin-poin yang disampaikan Illiza, dalam rangka menghimbau akan tindakan yang lebih tegas dan nyata dari Pemerintah Daerah dan masyarakat Internasional untuk mengantisipasi kekhawatiran atas kecenderungan meningkatnya krisis kemanusiaan secara global.

    Karena, urbanisasi global membawa kekhawatiran besar atas skala dan besarnya dampak terhadap perempuan, yang cepat atau lambat akan dapat merugikan terhadap komitmen dan kerja keras Pemerintah lokal dalam rangka mencapai pembangunan yang berkelanjutan.(Mkk)