Daftar e-mail untuk info terbaru

Ketika Illiza Berada Di Tengah-Tengah Penderita Thalassemia

  • Ketika Illiza Berada Di Tengah-Tengah Penderita Thalassemia
  •  

    Banda Aceh – Sabtu (7/11/2015) malam, Diva Star Enterprise menggelar Konser Amal Gilang Dirga untuk Penderita Thalassemia Aceh bertajuk “It's Time to Care”. Acara yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood tersebut dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE.

    Gilang Dirga, artis multi talenta asal Jakarta hadir khusus ke Aceh untuk menghibur dan memberikan dukungan bagi penderita Thalassemia yang umumnya anak-anak tersebut. Karena penyakit yang belum ada penawarnya itu, mereka harus menjalani transfusi darah setiap bulannya.

    Turut hadir dan berbaur bersama anak-anak penderita Thalassemia malam itu antara lain Ketua PMI Banda Aceh Qamaruzzaman Haqny, anggota DPRK Syarifah Munirah, Kadisdikpora Syaridin SPd MPd dan Kabag Humas Setdako Banda Aceh Drs Marwan.

    Wali Kota Illiza dalam sambutannya mengatakan, kesadaran membantu sesama adalah rahmat dari Allah SWT. “Jumlah penderita Thalassemia di Aceh tertinggi di Indonesia, dan angkanya terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini ada 300 lebih penderita di Aceh. Oleh karena itu, konser malam ini mempunyai makna yang luas.”

    Ia mengungkapkan, penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan hemoglobin tidak berfungsi secara normal tersebut, hingga saat ini belum ditemukan obat penyembuhnya. “Tapi yakinlah jika Allah berkehendak menyembuhkannya, tidak ada yang bisa menghalangi. Kekuatan doa dan usaha sangat penting,” kata Illiza.

    Sudah menjadi tugas semua pihak untuk memberikan motivasi kepada anak-anak penderita Thalassemia. Kepada para penderita, Illiza juga berpesan agar selalu berprasangka baik kepada Allah SWT. “Sehat dan sakit adalah hal yang patut disyukuri, agar kita terus bisa memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.”

    Illiza menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh untuk mengurangi jumlah penderita Thalassemia di Aceh dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kepada pasangan yang hendak menikah, kami imbau untuk mengecek darah terlebih dahulu, karena menikah dengan sesama carrier (pembawa) Thalassemia itu sangat riskan,” pesannya.

    Ke depan, sambung Illiza, pemerintah juga harus mengatur langkah-langkah penanganan terhadap para penderita. “Mudah-mudahan, setelah RSUZA, RSU Meuraxa juga dapat menangani penderita Thalassemia di Aceh, Pemko Banda Aceh selalu siap memberi support. Koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait akan terus kita dilakukan,” pungkasnya.

    Di tempat yang sama, Koordinator Darah Untuk Aceh (DUA) Nurjanah Husein, mengungkapkan, guna menjamin ketersediaan stok darah bagi penderita Thalassemia, pihaknya telah menggagas program Ten for One, yakni 10 pendonor asuh bagi satu orang penderita Thalassemia.

    “Seluntuk untuk menjamin ketersedian darah, dengan program ini kami juga ingin membangun suatu ikatan ikatan emosional antara pendonor dan penderita,” kata Nurjanah didampingi Ketua Persatuan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Aceh, Miswar.

    Sebelum penampilan Gilang yang mampu menirukan suara sejumlah penyanyi ternama Indonesia, anak-anak penderita Thalassemia Aceh ikut unjuk kebolehan berupa musikalisasi puisi dan menyanyi di atas panggung utama. Selain itu, ada pula pertunjukan sulap dan pembacaan dongeng oleh para mahasiswa peduli Thalassemia.

    Gilang Dirga: Jangan Lupa Satu Hal, Kita Sama-sama Manusia

    Gilang yang baru pertama kali ke Aceh, mengaku terkesan dengan masyarakat dan masakan Aceh. “Kesan pertama, masyarakat itu Aceh baik-baik, dan masakannya enak-enak,” katanya.

    Sebelum mengisi acara di AAC Dayan Dawood, Gilang menyempatkan diri untuk mengunjungi anak-anak penderita Thalassemia yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUA). “Tadi saya juga ikut donor darah untuk penderita Thalassemia, dan badan saya sekarang terasa lebih segar. Malam ini kita bukan cuma seru-seruan, tapi juga awareness kepada penderita,” kata pria kelahiran 17 Agustus 1989 tersebut.

    Ia mengungkapkan, saat mengunjungi para penderita Thalassemia di RSUZA, dirinya tersadar jika hidup ini terlalu singkat, dan kadang kita lupa bersyukur atas nikmat dari Allah SWT. “Pesan saya, saudara-saudara kita ini perlu dirangkul. Bagi yang sehat, mari donorkan darah, dan jangan lupa satu hal, kita sama-sama manusia,” kata Gilang yang terlihat tak kuasa membendung airmatanya.

    Malam itu, Gilang sukses menghibur puluhan anak-anak penderita Thalassemia dan ratusan pengunjung yang hadir. Lebih dari satu jam, ia menyanyikan penggalan-penggalan lagu yang mirip dengan suara penyanyi aslinya, mulai dari Judika, Afgan, Ryan d'Masiv, Ebiet G Ade, Rizal Armada, Ariel Noah, hingga Shah Rukh Khan.

    Tak jarang, penampilannya yang super kocak di atas panggung membuat tawa penonton pun pecah. Di sela-sela perform, ia juga menyerahkan sejumlah boneka kepada anak-anak penderita Thalassemia. Acara ditutup dengan foto bersama antara Gilang Dirga dan anak-anak penderita Thalassemia beserta sejumlah tokoh lainnya yang hadir.

    “Terima kasih Aceh,” kata Gilang seraya mengungkapnya niatnya untuk kembali lagi ke Tanah Rencong dalam waktu dekat. (Jun)