Daftar e-mail untuk info terbaru

Illiza Menjadi Pemateri kegiatan Pembinaan Keislaman Al-Ahkam (PEKA) Fakultas Hukum Unsyiah

  • Illiza Menjadi Pemateri kegiatan Pembinaan Keislaman Al-Ahkam (PEKA) Fakultas Hukum Unsyiah
  •  

    Banda Aceh - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE tampil sebagai pemateri pada kegiatan Pembinaan Keislaman Al-Ahkam (PEKA) Fakultas Hukum Unsyiah, Jum'at (16/10/2015) di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

    Dalam kegiatan yang bertema 'Generasi Muda Taat Syariat Islam', Illiza menyebutkan ada beberapa pedoman syariat yang harus di pedomani oleh penegak hukum. "Kalian semua pasti ingin menjadi penegak hukum yang sukses," ujar Illiza.

    Illiza pun mengungkapkan beberapa pedoman yang harus di pegang teguh oleh penegak hukum, diantaranya, menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan dan kemandirian dalam menjalankan tugas, memiliki intelektualitas dan profesionalisme yang tinggi, memiliki integritas moral yang tinggi dan menggunakan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman.

    Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga berbicara bagaimana posisi penegak hukum di mata Islam. Katanya, posisi ini merupakan posisi yang sangat di hormati dan disegani dalam Islam karena menjadi penegak hukum merupakan pemimpin yang menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi, dan peran ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera.

    "Seperti yang di firmankan Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 8 dan surat An-Nisa' ayat 135," ujar Illiza.

    Di depan 300-an Mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah ini, Illiza juga membahas pentingnya membentengi aqidah generasi muda dari aliran-aliran yang menyesatkan. "Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya menyelamatkan aqidah generasi muda, yakni regulasi, pendidikan dan pembinaan serta pengawasan," ungkap Illiza.

    Dari ketiga hal tersebut, pihak lembaga pendidikan, Pemerintah, masyarakat dan keluarga harus saling bekerjasama. Sejauh ini, lanjutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam membentengi aqidah warga, terutama di kalangan generasi muda. Pemko telah membentuk KPA-PAI, menjalankan program pendidikan diniyah di sekolah-sekolah, program magrib mengaji, membentuk brigade masjid, membentuk tim amar ma'ruf nahi mungkat (Tamar), membentuk komunitas Dai/Daiyah perkotaan yang selalu melakukan syiar ke semua gampong, pembinaan generasi muda san kader dakwah, pembinaan hafizh, membentuk muhtasib gampong, melakukan pembinaan TPA, Balai Pengajian dan Dayah serta terus melakukan pembinaan sarana ibadah di seluruh Kota Banda Aceh.

    Di akhir penyampaiannya, Illiza meminta masyarakat dan kelurga dlaerta Universitas mampu memainkan perannya masing-masing agar mampu membentengi aqidah generasi muda. Masyarakat dan keluarga harus selalu melakukan pembinaan terhadap sikap dan tingkah laku remaja, kemudian mwngawasi pergaulan, bahan bacaan dan tontonan, serta memberikan contoh yang baik.

    Sementara peran Univeraitas, harus mampu meningkatkan intelektualitas para calon penegak hukum, mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan sesuai dengan Al-Quran dan Hadist, kemudian pihak kampus juga harus memberi contoh yang baik.(Mkk)