Daftar e-mail untuk info terbaru

Jadi Pembicara Pada Forum CityNet, Illiza Sebut 3 Tantangan Resilient City

  • Jadi Pembicara Pada Forum CityNet, Illiza Sebut 3 Tantangan Resilient City
  •  

    Sidoarjo - Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE menjadi salah satu pembicara pada 2015 CityNet 33‎rd ‎Executive Committee Meeting and International Seminar. Acara rutin CityNet -organisasi jaringan kerjasama pemerintah daerah se-Asia Pasifik- tersebut digelar di Sun Hotel, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2015).‎

    Pada sesi Asian Perspectives on Sustainable Urbanization: Disaster Resilience yang dimoderatori oleh Kendra Hirata selaku CityNet Yokohama Project Development Director, Wali Kota Illiza menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris bertajuk “Community Participation in Resilient City”.

    Menurut Illiza, implementasi perwujudan resilient city (kota tangguh bencana) dewasa ini mengalami banyak tantangan. Salah satunya, tidak ada perencanaan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan suatu kota.‎

    “Pemerintah kota harus mengadopsi hal tersebut karena sangat penting untuk menciptakan suatu standar dan indikator untuk memonitor progres pembangunan. Sebagai contoh, di Banda Aceh mengadopsi sistem rencana pembangunan kota yang berbasis penanggulangan bencana,” katanya.

    Tantangan kedua, kata Illiza, masih kurangnya SDM di tingkat pemerintahan lokal. Untuk itu, pemimpin daerah harus mendorong seluruh institusi lokal untuk terlibat secara aktif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. 

    Katanya lagi, saat ini masih terdapat perbedaan antara kota-kota di dunia terkait kemampuan mengimplementasikan ide-ide baru. "Network akan selalu menadi kunci sukses dalam mencapai hal tersebut. Dukungan dari pihak universitas, pusat penelitian dan NGO juga tak kalah penting."‎

    Tantangan selanjutnya yakni mengenai keuangan. Banyak kota mengalami kendala tersebut sehingga membatasi aktivitas pemerintah, ditambah lagi minimnya dukungan keuangan dan sumber daya dari pemerintah pusat. 

    Solusinya, sambung Illiza, kerja sama global harus pula menyediakan dukungan finansial guna mewujudkan resilient city. "Pemerintah bersama-sama masyarakat lokal harus memiliki kesempatan membangun ide maupun proyek baru untuk membentuk kota dan membangun manusia yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan," katanya.

    Selain Illiza, para pembicara lainnya pada kesempatan itu antara lain Hang Thi Thanh Pham (UNISDR Programme Officer),Violeta Seva (City Government of Makati, Senior Advisor to The Mayor), dan Rudra Sigh Tamang (Kathmandu Metropolitan City Chief and Executive Officer). (Jun)