Daftar e-mail untuk info terbaru

Illiza Minta Alumni Diklat PIM III Jadi Agen Perubahan

  • Illiza Minta Alumni Diklat PIM III Jadi Agen Perubahan
  •  

    Banda Aceh -  Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE Alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat III (Pim III) tahun 2015 mampu menjadi agen perubahan di SKPD masing-masing. 

    Hal ini disampaikan Illiza saat menutup Diklat tersebut, Rabu (29/7/2015) di aula lantai IV, Gedung A, Komplek Balaikota Banda Aceh.

    Illiza meminta para alumni nantinya mampu berperan sebagai estafet penerus kepemimpinan di SKPD untuk tahun-tahun mendatang.

    “peserta harus mampu menerpakan semua ilmu dan ketrampilan yang sudah didapat di Diklat dalam melaksanakan tugas. Jadikanlah agen perubahan dan tunjukkanlah bahwa Diklat ini mampu membawa perubahan dalam peningkatan kompetensi, baik menyangkut knowledge, skill dan tentunya tingkah laku,” pinta Illiza.

    Selain itu, Illiza juga meminta,  terobosan dan inovasi yang telah dihasilkan selama diklat ini haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berkesinambungan, bukan hanya untuk sekedar meraih nilai di diklat saja.

    Sesuai dengan laporan dari Kepala BKPP Kota Banda Aceh, Dra Emila Sovayana, diklat yang dimulai pada 16 Maret 2015 ini diikuti oleh 30 peserta dari sejumlah SKPD jajaran Pemko, dengan rincian 18 orang pejabat Eselon III dan 12 orang pejabat Eselon IV. Para juga peserta telah menjalani program benchmarking di Makasar selama seminggu.

    Kata Emila, 29 peserta dinyatakan lulus kecuali satu peserta karena mengundurkan diri karena sakit.

    “7 orang peserta lulus dengan sangat memuaskan, 20 orang memuaskan dan 2 lainnya lulus dengan kategori cukup memuaskan,” ujarnya.

     

    Ada Alumni Miliki Standar Nasional

    Sementara itu, Kepala BKPP Provinsi Aceh yang diwakili Bunyamin Harun menilai alumni yang dihasilkan diklat ini rata-rata memiliki kualitas yang sangat bagus. Menurutnya hasil ini tidak terlepas dari kurikulum baru yang digunakan.

    “Ini kurikulum baru, baru digunakan tahun 2015. Banda Aceh sendri saya lihat sudah mulai menggunakannya dari tahun lalu,” ungkapnya.

    Bunyamin mengaku bangga melihat hasil dari proyek perubahan dan inovasi yang dihasilkan para peserta.

    “Saya lihat ada beberapa karya yang sangat inovatif dan orisinil, ini akan sangat bermanfaat bagi semua stakeholder nantinya,” lanjutnya.

    Menurut Bunyamin, bahkan ada beberapa karya dari alumni diklat ini yang pantas dibawa ke tingkat nasional. (Mkk)