Daftar e-mail untuk info terbaru

Kisah Illiza Kunjungi Warga Miskin, Dari Minta Kadis Bangun Rumah Hingga Terharu Dengar Warganya Mengaji

  • Kisah Illiza Kunjungi Warga Miskin, Dari Minta Kadis Bangun Rumah Hingga Terharu Dengar Warganya Mengaji
  •  

    Banda Aceh – Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Selasa (14/7/2015) melakukan blusukan mengunjungi rumah-rumah warganya yang fakir dan miskin dalam wilayah Kota Banda Aceh. Ada enam rumah warga di wilayah Kecamatan Lueng Bata dan Ulee Kareng yang dikunjungi Illiza bersama sejumlah Kepala SKPD yang di boyongnya.

     Rumah pertama yang dikunjungi Illiza, adalah Nenek Sa’adiyah di Gampong Pante Riek. Nenek Sa’adiyah (82 tahun) menempati sebuah rumah panggung yang sangat sederhana yang terbuat dari papan. Nenek Sa’adiyah tinggal berdua dengan anak laki-lakinya yang masih lajang. Illiza sangat terharu melihat kehidupan Nenek Sa’adiyah yang sehari-harinya hanya fokus beribadah saja meski kondisi tubuhnya telah dimakan usia. 

     “Nenek Sa’adiyah tidak mau diberikan bantuan, beliau sangat selektif karena khawatir sumbernya berasal dari pihak-pihak yang memiliki misi-misi tertentu seperti misi pendangkalan aqidah. Ini bantuan yang kita berikan mesti kita jelaskan dulu dari siapa, baru Nek Sa’adiyah mau terima,” jelas Illiza.

    Dirumah Nek Sa’adiyah, bantuan berupa spring bed, kompor gas, beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya di serahkan. Tidak lupa, Illiza juga menyerahkan Al-Quran dan mukena yang dipakaikannya langsung kepada Nenek Sa’adiyah.

    Kemudian, Illiza melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah mirip gubuk di Gampong Lamseupeung. Kondisi keluarga ini lebih miris karena rumah yang ditempati merupakan lahan milik orang, mereka hanya diberikan hak pakai saja. Dirumah ini, sejumlah staf dari Walikota kembali menurunkan bantuan, seperti Kompor Gas lengkap dengan regulator dan tabungnya, beras, minyak goreng, gula dan bahan pokok lainnya. Illiza juga memberikan mukena dan kitab Suci Al-Quran di setiap rumah yang dikunjunginya.

    Selesai di Lamseupeung, Walikota kembali melanjutkan perjalanannya kerumah Nek Aisyah di Gampong Ilie, Ulee Kareng. Kehidupan Nek Aisyah sangat memprihatinkan, dengan kondisi tubuh yang sudah lemah dan bungkuk, Nek Aisyah menempati rumah panggung yang terbuat dari papan yang kondisinya sudah sangat reot dengan lantai yang sudah mulai lapuk. Sangat berbahaya bagi Nek Aisyah karena sewaktu-waktu rumah ini bisa rubuh atau anjlok lantainya.

    Melihat kondisi ini, Illiza langsung meminta rumah Nek Aisyah di data untuk di bangun baru, namun Nek Aisyah meminta rumahnya tetap dalam bentuk rumah panggung dan tidak mau rumah beton.

    “Iya gak apa-apa, nanti kita bedah aja rumahnya sesuai dengan permintaan Nek Aisyah. Yang penting rumahnya memiliki standard keamanan dan nyaman bagi Nek Aisyah beristirahat dan beribadah,” kata Illiza.

    Perjalanan Illiza berakhir di Gampong Doy, Ulee kareng. Di rumah kakek Abdurrahman ini, Illiza mengaku terharu melihat kondisinya sudah pikun tapi tetap lancar membaca Al-Quran. Bacaan Al-Quran Kakek Abdurrahman bermula saat Illiza menanyakan kegiatan beliau sehari-hari. Karena sudah lemah dan lebih sering berada di rumah saja, Kakek Abdurrhaman sering menghabiskan waktunya membaca Al-Quran.

    “Ini kebesaran Allah, dari Kakek Abdurrahman kita bisa belajar bagaimana beliau masih lancar baca Al-Quran mesti sudah pikun, Ini bukti Iman beliau bagus,” ungkap Illiza.

    Seusai menyerahkan bantuan, Illiza meminta Kakek Abdurrahman membaca Al-Qur’an, melihat permintaan Walikota, Ajudannya Tiara, langsung menyodorkan Al-Quran yang memang sudah dibawa untuk di hadiahkan kepada Kakek Abdurrahman. Bacaan Al-Quran Kakek Abdurrahman ini membuat Illiza mengucurkan air mata. Illiza mengaku bangga dengan warganya, meski hidupnya miskin karena faktor uzurnya, namun tetap memiliki iman yang kuat yang senantiasa selalu mengingat Allah.

    Kepada media yang mewawancarainya, Illiza mengatakan kegiatan kunjungannya ke rumah warga fakir dan miskin bukan kali pertama karena sebelumnya juga sudah dilakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Baiturrahman.

    Kata Illiza, dirinya akan terus datang dan melihat langsung kondisi warganya yang tergolong miskin, fakir dan lansia.

    “Selama Ramadhan sudah sekitar 10 rumah yang kita kunjungi. Saya ingin pastikan bahwa data yang diserahkan Camat benar-benar sesuai dengan kriteria yang kita inginkan sehingga bantuan yang kita berikan nantinya tepat sasaran dan benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan,” kata Illiza.

    Katanya, setiap rumah warga yang kondisinya tidak layak akan direnovasi, bahkan ada yang di bangun baru. “Setelah kita lihat, ada rumah warga yang harus kita bangun baru, ada yang hanya perlu renovasi saja,” katanya. (Mkk)