Daftar e-mail untuk info terbaru

Terima Mahasiswa Lintas Negara, Illiza Sebut Islam Itu Indah

  • Terima Mahasiswa Lintas Negara, Illiza Sebut Islam Itu Indah
  •  

    Banda Aceh – Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Senin (13/7/2015) menerima puluhan mahasiswa dari berbagai negara di dunia. Di fasilitasi Asian Fondation, mahasiswa lintas negara ini datang ke Banda Aceh untuk melihat secara dekat kondisi Banda Aceh di berbagai bidang, seperti kondisi perekonomian, pendidikan, pelayanan publik, penerapan syariat Islam hingga pemberdayaan perempuan. Illiza menerima puluhan mahasiswa ini di Aula lantai IV, gedung A, Balaikota Banda Aceh.

    Dihadapan para tamu tersebut, Illiza menjelaskan Kota Banda Aceh adalah Ibu kota Provinsi Aceh, dimana satu-satunya Provinsi yang menerapkan hukum Syariat Islam di Indonesia.

     “Syariat Islam yang kita jalankan merupakan amanah konstitusi yang telah disetujui pemerintah pusat,” ungkap Illiza.

     Kata Illiza, ketika berbicara Syariat Islam, banyak orang yang memahami bahwa Islam itu identik dengan kekerasan, teror hingga diskriminatif terhadap perempuan .

    “Tudingan semacam itu keliru dan tentunya merupakan ujian bagi kami muslim. Islam itu indah, kami ingin buktikan di kota kami tentang keindahan Islam itu, kalian boleh keliling dan pastikan Islam kami sangat indah” tantang Illiza.

    Kepada para mahasiswa ini, Illizapun meminta mereka untuk melakukan city tour di Banda Aceh untuk dapat melihat kondisi Banda Aceh secara dekat.

     “Silakan keliling Banda Aceh, kebetulan saat ini lagi bulan Ramadhan suasananya sangat terasa disini, beda dengan suasana Ramadhan di kota-kota lainnya,”  kata Illiza.

    Terkait keamanan, Illiza menyampaikan bahwa pasca konflik Banda Aceh berangsur-angsur semakin kondusif dan dipastikan sangat nyaman bagi semua pendatang. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan makin seringnya Banda Aceh tampil menjadi tuan rumah event-event Internasional seperti seminar.

    Dalam kesempatan ini, Illiza juga memberi apresiasi para tamu, terutama mahasiswa perempuan yang mengenakan kerudung saat pertemuan dengan dirinya.

    “Sebenarnya kami tidak mengharuskan non muslim untuk berbusana seperti kami. Hijab hanya untuk yang muslim saja, tapi saya senang melihat kalian mengenakan jilbab, kalian kelihatan cantik sekali ,” puji Illiza.(Mkk)