Daftar e-mail untuk info terbaru

Peringati Nuzulul Quran, Pemko Banda Aceh Hadirkan Syeikh Ahmad Al-Misry

  • Peringati Nuzulul Quran, Pemko Banda Aceh Hadirkan Syeikh Ahmad Al-Misry
  •  

    Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Dakwah Umum Jumatan yang dirangkai dengan Peringatan Nuzulul Quran di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Jumat (10/7/2015).

    Acara bertema "Hidup di Bawah Naungan Al-Quran" tersebut diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Syeikh Ahmad Al-Misry, seorang Ulama muda asal Mesir yang kini menetap di Jakarta.

    Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE dalam sambutan singkatnya mengharapkan kegiatan-kegiatan keagamaan di Kota Banda Aceh selama Ramadhan bisa terus digalakkan dan dapat diteruskan walaupun nanti di luar Ramadhan.

     "Selama ini cahaya Allah mulai hidup di lingkungan masyarakat. Suasana seperti inilah yang kita impikan sebagai Model Kota Madani,” ungkap Illiza.

    Ia menambahkan, pihak terus berusaha untuk 'membumikan' Al-Quran di Banda Aceh. “Kita terus berjuang bersama agar kita semua bisa hidup dan mati dalam Al-Quran. Kita harapkan generasi kita ke depan menjadi generasi qurani,” katanya.

    Syeikh Ahmad Al-Misry dalam tausiahnya menyampaikan lima kewajiban umat Islam terhadap Al-Quran. “Kewajiban kita terhadap Al-Quran adalah membacanya, memahami, menghapal, mengamalkan, dan berdakwah dengan Al-Quran,” sebutnya.

    Al-Quran itu mulia, isinya mengatur semua aspek kehidupan manusia dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. “Siapa yang berpegang teguh kepadanya pasti akan dipermudah urusannya oleh Allah SWT. Kata Rasulullah SAW, orang yang rajin membaca Al-Quran akan mendapat syafaat kelak di akhirat.”

    Namun sangat disayangkan, lanjutnya, sekarang Al-Quran sudah mulai ditinggalkan oleh umat Islam sendiri. “Jika orang terdahulu kemana-kemana selalu membawa Al-Quran, tapi kini kita tak pernah bisa lepas dari smartphone,” katanya seraya mengajak hadirin untuk menggunakan smartphone dan medsos untuk berdakwah, mendekatkan diri kepada Allah.

    “Mulai sekarang, mari kita biasakan membawa Al-Quran kemanapun kita pergi. Walaupun tidak kita baca, tapi insya Allah membawa berkah dan saya yakin suatu saat Allah akan hidayahkan kita untuk membacanya.”

    Syeikh Ahmad yang juga seorang Hafiz Al-Quran 30 juz ini, turut berbagi kiat mudah menghapal kalam Ilahi. “Waktu paling baik untuk menghapal Al-Quran adalah pada waktu Subuh dan kita juga harus mempunyai seorang guru. Jangan lupa untuk rutin membaca hapalan kita di dalam Shalat.”

    Mengakhiri tausiahnya, Syeikh Ahmad mengajak para Hafiz Quran untuk tetap istiqamah menjaga hapalannya. “Untuk mencetak generasi qurani harus dimulai dari rumah kita masing-masing. Hal yang tak kalah penting adalah komitmen dari seorang pemimpin untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. (Jun)