Daftar e-mail untuk info terbaru

Hafiz Al-Quran Bisa Selamatkan 10 Keluarganya di Akhirat

  • Hafiz Al-Quran Bisa Selamatkan 10 Keluarganya di Akhirat
  •  

    Banda Aceh – Seorang Hafiz atau Penghafal Al-Quran 30 juz bisa menyelematkan 10 anggota keluarganya dari siksaan api neraka di akhirat kelak. Demikian diungkapkan oleh Ustaz Husni Suardi saat mengisi Dialog Ramadhan 1436 H Pemerintah Kota Banda Aceh, Senin (29/6/2015) di Aula Balai Kota.

    “Mulianya seseorang itu tergantung bagaimana ia memuliakan Al-Quran. Ada lebih dari 40 hadis nabi yang membahas soal Al-Quran, salah satunya menyebutkan membaca Al-Quran di dalam shalat lebih baik daripada di luar shalat,” kata dia.

    Ia mengatakan, kewajiban mengajarkan anak membaca Al-Quran ada pada orangtuanya dan Al-Quran bisa diajarkan kepada anak sejak masih dalam kandungan. “Anak yang mampu menghapal 30 jus Al-Quran bisa menyelamatkan 10 orang keluarganya kelak di akhirat dari siksaan api neraka.”

    “Jika di suatu negeri ada anak yang mampu menghapal 30 juz Al-Quran, maka negeri itu akan diberkahi oleh Allah SWT, seperti halnya Mekkah, Madinah dan Palestina,” tambah Ustaz Husni yang juga berprofesi sebagai guru tersebut.

    Al-Quran sebagai mukjizat Rasulullah SAW merupakan satu dari dua bekal yang diberikan nabi kepada umatnya. “Setelah Rasul, Al-Quran yang akan menjadi syafaat kita di akhirat. Bukan cuma di akhirat, juga menjadi 'penjaga' di alam kubur.”

    “Bekal lainnya adalah selalu mengingat mati. Orang cerdas itu adalah yang selalu bertadabur, tafakur dan ingat mati,” katanya pada acara yang dimoderatori oleh Elpijar MAg tersebut.

    Acara selanjutnya diisi dengan sesi tanya-jawab. Para peserta yang terdiri dari para pegawai di lingkungan Pemko Banda Aceh terlihat antusias bertanya seputar tadabur, kiat menghapal Al-Quran hingga langgam Al-Quran.

    Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE yang ikut hadir pada kesempatan itu, menyebutkan, Al-Quran sejatinya menjadi petunjuk bagi manusia, tapi nyatanya kini banyak yang hanya dipajang dan disimpan saja. 

    “Al-Quran sebagai cita-cita mudah diucapkan, namun susah untuk diwujudkan. Satu hari kita tinggalkan Al-Quran, satu minggu Al-Quran tinggalin kita, begitu seterusnya. Kalau kita sudah bisa nikmati Al-Quran, hidup kita akan lebih nikmat. Orang shaleh itu pasti dekat dengan Al-Quran, Masjid dan tempat-tempat yang Allah ridhai.”

    Satu lagi pesan Illiza, membiasakan membaca Al-Quran pada mushafnya bukan di tablet atau smartphone. “Kalo di mushaf, dengan mentatapnya saja kita sudah mendapatkan pahala, apalagi membacanya, tentu berlipat ganda pahalanya,” pungkasnya. (Jun)