Daftar e-mail untuk info terbaru

Soal Data Zakat, Illiza : Keuchik Harus Update

  • Soal Data Zakat, Illiza : Keuchik Harus Update
  •  

    Banda Aceh - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE meminta peran aktif keuchik dalam mengikuti perkembangan data para penerima zakat di gampong-gamong yang dipimpinnya.
     

    "Keuchik harus update datanya, dan terus mengevaluasi para penerima zakat di gampongnya masing-masing. Ada yang dibantu terus tiap tahunnya tapi tidak kunjung sejahtera, kenapa?. Coba di pelajari, apakah tidak mau berusaha atau seperti apa, Keuchik harus tahu," ujar Illiza saat membuka sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendataan dan peyaluran zakat Baitul Mal, Senin (1/6/2015) di Aula lantai II, gedung C, komplek Balaikota Banda Aceh.

    Menurut Illiza, persoalan zakat bukanlah persoalan sederhana, karena zakat yang dikelola dengan tepat dan benar akan sangat membantu perekonomian masyarakat miskin. "Saya lihat ada grafik penurunan tingkat kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Walikota.

    Meskipun kemiskinan tidak akan mungkin terentaskan hingga 100 persen, namun Walikota sangat optimis andil dari pengelolaan zakat yang tepat dan benar akan berdampak pada kesejahteraan masayarakat.

    Terkait dengan SOP, Illiza meminta para Keuchik benar-benar menguasai untuk kemudian mampu memberi pemahaman kepada warga yang wajib zakat agar mau menyerahkan zakat hartanya melalui Baitu Mal Banda Aceh.

    "Seperti yang di sampaikan Kepala Baitul Mal, potensi zakat Banda Aceh bisa mencapai Rp. 68 M, yang baru mampu terealisasi masih Rp. 15 M dalam setahun, tentunya kita harus cari cara agar kedepan penerimaan zakat semakin banyak dan sesuai dengan potensi yang ada," harapnya.

    Sosialisasi yang berlansung sehari ini diikuti oleh 90 Keuchik dalam wilayah Kota Banda Aceh.

    Kepala Baitul Mal, Safwani Zainun SPd I mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi terkait data penerima zakat antara Baitul Mal dan pihak gampong.

    "Jadi ketika kita salurkan zakat untuk warga, Baitul Mal dan pihak gampong telah memiliki standar siapa saja yang menerimanya. Bagaimana kriteria penerima beasiswa miskin, bantuan modal usaha penerimanya seperti apa, bantuan rumah untuk fakir seperti apa akan kita sepakati sesuai SOP," kata Safwani. (Mkk)