Daftar e-mail untuk info terbaru

Banda Aceh World Islamic Tourism di Luncurkan

  • Banda Aceh World Islamic Tourism di Luncurkan
  •  

    Jakarta – Pemerintah Kota Banda Aceh meluncurkan ‘Banda Aceh World Islamic Tourism’. Peluncurannya dilakukan Menteri Pariwisata Arif Yahya, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal dan CEO PATA Purnomo Siswoprasetijo di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.

    Walikota Banda Aceh mengatakan, kota dengan visi Banda Aceh model kota madani merupakan salah-satu tujuan wisata dimana menawarkan berbagai destinasi yang berbeda dengan belahan dunia lain, yakni wisata religi dan tsunami heritage. Selain itu, Banda Aceh juga memiliki wisata kuliner, ditambah dengan keramah-tamahan warga kota yang siap menerima wisatawan dari berbagai belahan dunia manapun.

    “Kami punya slogan peumulia jame adat geutanyo (Memuliakan tamu adalah adat istiadat kami), ini adalah spirit kami dalam membangun pariwisata” ungkap Illiza.

    Kata Illiza, Kebudayaan Aceh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam dimana tidak ada satupun kebudayaan yang hidup dan berkembang di Aceh yang bertentangan dengan ajaran Islam.

    Lanjutnya, sebagai kota Tamaddun, Banda Aceh merupakan pintu gerbang kebudayaan Aceh. Banda Aceh sebagai kota tua juga merupakan asal-muasal seluruh adat dan budaya yang samapi saat ini terus berkembang di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. Hal ini dikarenakan dulunya Kota Banda Aceh adalah Bandar Aceh Darussalam. Dalam perjalannannya, kebudayaan ini terus berkembang dan menyebar seiring berkembangnya Islam di nusantara.

    Terkait dengan persiapan, Illiza mengatakan Banda Aceh terus berbenah diri dan menyiapkan diri sebagai destinasi wisata Islam dunia. Kerjasama dengan Pasific Asia Travel Asociation (PATA) diharapkan dapat membantu mempromosikan Banda Aceh kepada dunia sebagai salah-satu tempat yang layak dikunjungi wisatawan dunia dan manca Negara.

    “Kita targetkan peningkatan wisatawan setiap tahunnya mencapai 20 %, ini sesuai dengan target RPJM Kota Banda Aceh 2012-2017” tambah Illiza. (Arp/Mkk)