Daftar e-mail untuk info terbaru

Testimoni Illiza di Peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015

  • Testimoni Illiza di Peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015
  •  

    Jakarta - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE diberikan kesempatan menyampaikan testimoni pada acara peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015, yang diselenggarakan, Selasa (24/3/2015) di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center. Peluncuran kegiatan Indeks Kota Cerdas ini merupakan kerjasama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Harian Kompas. 

    Dalam testimoninya, Illiza menceritakan prioritas pertama yang dilakukan Pemko Banda Aceh pasca tsunami saat awal kepemimpinannya bersama Mawardy Nurdin tahun 2007. Dengan visi waktu 'membangun kota melayani warga', Illza dan Mawardy membangun one stop service atau yang disebut Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Selanjutnya Illiza menceritakan pengembangan IT yg melahirkan aplikasi-aplikasi e-govermet, seperti e-procurement, e-disiplin, Simbadda, Simsatu dan e-kinerja yang saat ini telah go nasional.

    Lebih lanjut, Illiza juga menyampaikan bahwa konsep smart city kota Banda Aceh berbeda dengan kota lainnya di Indonesia, yaitu konsep IT yg dibangun berdasarkan Syariat Islam. "Definisi Kota Pintar yang ingin kita bangun adalah kota yang warganya ingat kematian, sebagaimana sabda Rasulullah SWT Umatku yang paling cerdas adalah umatku yang ingat mati, lalu mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan setelah mati" kata Illiza. Sehingga, lanjut Illiza, setiap langkah dan sikap masyarakat kota diharapkan selalu ingin berbuat baik untuk sesama sebagai amalan untuk hari akhirat kelak.

    Peluncuran Indeks Kota Cerdas ini diresmikan langsung oleh Wakil Presidern RI, Jusuf Kalla. Dalam sambutannya, JK mengatakatan program ini berpedoman pada Singapore. Katanya, Singapore adalah contoh negara yang pintar di Asia Tenggara, dimana membangun suatu kota cerdas harus memiliki leadhership yang kuat, disiplin tinggi dengan aturan keras terhadap disiplin. "Dalam mengambil kebijakan harus banyak kata 'Tidak' daripada kata 'Ya', Selain itu juga harus mampu menggalakkan kebijakan 'negara pengasuh' seperti Singapore dimana mendesak publik agar tidak meludah di jalanan, tidak membuang sampah sembarangan, merasa malu jika ada jentik nyamuk di depan rumah, dan tidak lupa menyiram toilet umum" kata JK.

    Lanjutnya, Kota mempunyai lahan yang sempit sehingga harus mampu memenej lahan untuk membangun kota yang baik. Dan melibatkan masyarakat dalam membersihkan kotanya, jangan hanya bertumpu kepada Walikota dan pemerintah melalui petugas kebersihan saja.

    Acara Peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015 ini dihadiri oleh 98 Walikota. Hadir pula beberapa jajaran Menteri Kabinet Indonesia Hebat, diantaranya Menteri Komunikasi dan Informastika Rudiantara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri ESDM Sudirman Said, sebagai pembicara. (Mkk)