Daftar e-mail untuk info terbaru

Illiza Bagi Al-Qur'an Braille Untuk Tuna Netra

  • Illiza Bagi Al-Qur'an Braille Untuk Tuna Netra
  •  

    Banda Aceh - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE membagikan Al-Qur'an Braille digital untuk para tuna netra di Banda Aceh. Al-Qur'an ini dibagikan Illiza bersama Imam Masjidil Haram Syaikh Adel Al-Kalbani dan Syaikh Ali Jaber, Kamis (26/2) disela-sela acara penringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Balaikota.

    Al-Qura'an seharga Rp. 1.250.000 ini dibagikan secara simbolis kepada 20 tuna netra saja. Sedangkan sisanya dibagikan setelah acara peringatan Maulid selesai sesuai dengan data penerima yang telah dicatat sebelumnya oleh tim dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Untuk Banda Aceh, Al-Qur'an Braile digital ini disediakan sebanyak 200 buah. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama Pemko dengan Yayasan Ali Jaber Indonesia.

    Selain itu pada acara maulid ini juga diserahkan sumbangan kepada anak yatim di kota Banda Aceh.

    Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan sebagian dari Qur’an Braille Digital ini juga akan diserahkan kepada tuna netra di kabupaten Aceh Besar, karena jumlahnya melebihi jumlah tuna netra di Banda Aceh.

    "Kita juga akan kembali menggalang dana untuk membeli lebih banyak Al-Qur’an lagi sehingga mencukupi keseluruh Aceh. Tadi sudah kita serahkan kepada Syaikh Jaber sekitar Rp. 75 juta, itu sumbangan dari Pemko, perbankan dan hamba Allah lainnya" ungkap Illiza.

    Lanjut Illiza, pemberian Al-Qur’an tersebut merupakan kewajiban dari pemko Banda Aceh sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat dari kalangan tuna netra, disamping juga memperhatikan kesempatan kerja, pendidikan dan kesehatan bagi kalangan tuna netra.

    Selain itu Illiza berharap pemberian Al-qur’an itu juga untuk pencerdasan Al-qur’an bagi kalangan tuna netra sebagaimana layaknya masyarakat normal lainnya. Sementara itu Syeh Ali Jaber mengatakan pemberian Al-Qur'an  di Banda Aceh merupakan yang terbanyak dari yang diserahkan yayasannya selama ini.

    "Misi kami ingin memberdayakan para tuna netra dan merasa lebih berkontribusi dalam kehidupan mereka. Saya ingin membina mereka agar nanti muncul Muazzin, Qari, bahkan imam shalat. Nabi juga pernah mempunyai muazzin dari tuna netra" kata Syaikh Jaber dalam ceramahnya. (Mkk)