Daftar e-mail untuk info terbaru

Illiza : FORSIAR Harus Berada di Garda Terdepan di Dalam Penegakan Syari'at Islam

  • Illiza : FORSIAR Harus Berada di Garda Terdepan di Dalam Penegakan Syari'at Islam
  •  

    Banda Aceh - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE menyampaikan sambutannya pada peringatan Maulid Raya yang digelar Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk (FORSIAR), Sabtu (14/2) di Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Maulid dengan tema 'Rasulku Tauladanku' ini digelar berkat kerjasama tiga Kabupaten/Kota, yakni Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Kali ini Banda Aceh yang menjadi tuan rumah.

    Dalam sambutannya, Illiza meminta FORSIAR berada di garda terdepan penegakan Syari'at Islam di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang.

    Menurut Illiza, saat ini penegakan Syari'at Islam di Aceh belum sepenuhnya ditegakkan secara Kaffah. Untuk itu, Illiza meminta peran dari FORSIAR yang didalamnya dihuni oleh tokoh-tokoh yang memiliki berbagai latar belakang ilmu pendidikan untuk membantu dan mendorongnya penegakan Syari'at Islam secara kaffah di tiga Daerah yang dulu dikenal dengan Aceh Rayeuk tersebut.

    "Banyak hal yang harus kita benahi, mulai dari pendidikan, penguatan aqidah hingga makanan halal. Ini butuh pemikiran serius dari kita semua, dan FORSIAR harus berada didepan" pinta Illiza.

    Selain itu, di momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, Illiza juga meminta dukungan dan bantuan dari tokoh masyarakat, alim ulama dan semua elemen agar bersaman-sama dan bersungguh-sungguh menjalankan amanah Allah untuk menegakkan Syari'at Islam di Aceh yang juga merupakan amanah konstitusi.

    Dalam kesempatan ini, Illiza juga mengatakan, Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang harus dibangun berdasarkan nilai-nilai Islam yang didalamnya memiliki masyarakat yang kuat ibadahnya dan kuat imannya kepada Allah dan RasulNya, sehingga menjadi miniaturnya kota Mekkah.

    "Kalau kita berlomba membangun modernisasi saya pikir kita kalah karena dibelahan dunia lain sudah ada. Tapi mari kita bangun masyarakat yang madani, yang masjidnya selalu penuh dengan jamaah, masyarakatnya taat kepada Allah. Nantinya orang akan datang untuk melihat bagaimana kita beribadah, bagaimana kita bermunajat. Ini akan menjadi daya tarik bagi mereka" ujar Illiza.

    Kata Illiza, ketika masyarakat sudah menjalankan perintah Allah dan Rasulnya Nabi Muhammad SAW, maka kesejahteraan dan kebahagaian akan datang karena Allah telah menjanjikan itu.

    Maulid yang dihadiri ribuan warga ini menghadirkan penceramah Ustad Muhammad Marsi dari Jakarta. Turut hadir Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala DSI Aceh Syahrizal Abbas, Anggota DPRA, Anggota DPRK, Unsur Kepolisian, unsur TNI dan sejumlah tokoh masyarakat Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar. (Mkk)