Daftar e-mail untuk info terbaru

Meriah, Peringatan Maulid Nabi di Masjid Ar-Rahman Panteriek

  • Meriah, Peringatan Maulid Nabi di Masjid Ar-Rahman Panteriek
  • Banda Aceh - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Panteriek, Lueng Bata, Banda Aceh, berlangsung meriah. Setelah kenduri maulid yang digelar Senin (26/1/2015) siang, malamnya ada ceramah agama yang disampaikan oleh Tgk Wahed Tualang Cut di Masjid Ar-Rahman Panteriek. Ribuan warga tumpah ruah di halaman masjid hingga ke badan jalan.


    Sebelumnya, digelar pula penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba hafalan doa sehari-hari, lomba azan, lomba pidato, hafalan surat pendek, lomba puisi dan lomba shalat berjamaah untuk tingkat pelajar SD dan SMP. Hadiah diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE yang berkesempatan hadir bersama Kadisbudpar Kota Banda Aceh Fadhil SSos. Dalam sambutan singkatnya, Illiza mengapresiasi pihak panitia yang telah menggelar aneka perlombaan bagi anak-anak.
     
    "Malam ini malam yang membahagiakan kita semua. Rasul paling cinta kepada anak-anak. Anak adalah amanah. Allah tidak pernah menyuruh kita untuk mendidik anak-anak kita untuk menjadi dokter atau insinyur, tetapi untuk dididik menjadi anak-anak saleh dan saleha." kata Illiza.
     
    Menurut Illiza, tugas mendidik anak adalah tugas seorang ayah, tapi hari ini banyak ayah menyerahkan pendidikan anak kepada ibu. Sehingga ketika anak gagal ibu yang disalahkan, namun jika seorang ibu berhasil mendidik anaknya, maka pahalanya akan berlipat ganda.
    "Banda Aceh akan kita jadikan model kota madani. Benteng kekuatan Islam ada di sini, untuk itu, semua kita harus berjuang mendidik anak kita," katanya. Wali Kota Illiza mengingatkan para orang tua untuk selalu mendampingi anak saat menonton TV, Pengaruh TV sangat besar. Illiza mencontohkan sinetron akhir-akhir ini misalnya, walau ceritanya islami tapi di dalam adegannya mencontohkan peran yang bukan muhrim. Anak akan meniru jika tak didampingi."
    "Aliran sesat juga sedang merajalela di Aceh dan mengancam remaja kita, mereka (penyebar aliran sesat) bisa masuk darimana saja. Bentengnya adalah ilmu, ilmu dari Al-Quran. Al-Quran menggambarkan masa lalu, kini dan akan masa akan datang," pungkas Illiza.
    Sebelum mengkhiri pidatonya, Wali Kota Illiza mengajak puluhan anak-anak yang duduk lesehan di barisan depan untuk bernyanyi islami bersama.(Jun)