Daftar e-mail untuk info terbaru

Serap Aspirasi Perempuan Di Ajang Musrena

  • Serap Aspirasi Perempuan Di Ajang Musrena
  • Banda Aceh – Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) kembali digelar, kali ini bertempat di Balee Inong Kartini Gampong Tibang, Syiah Kuala, Banda Aceh. Selasa (20/1), Camat Syiah Kuala Fahmi S Sos membuka secara resmi kegiatan ini. Hadir unsur perempuan dari lima gampong yang tergabung dalam Balee Inong Kartini Gampong Tibang, yakni Tibang, Peurada, Jeulingke, Deah Raya dan Alue Naga.  Musrena dengan tema ‘Dengan Pra Musrena Kita Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Kota Banda Aceh’ ini digagas oleh Ford Foundation dan Women Development Centre (WDC) dibawah koordinasi Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Banda Aceh.

    Mewakili Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, Camat Syiah Kuala saat membuka acara menyampaikan sebenarnya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sudah menampung 30 persen keterwakilan perempuan.

    “Namun masih perlu juga digelar Musrena untuk menampung lebih banyak suara-suara atau saran-saran dari kaum perempuan untuk membangun Kota Banda Aceh." Jelas Fahmi.

    Camat Syiah Kuala ini juga meyakini pertemuan ini akan memberikan banyak manfaat bagi kemajuan membangun Kota Banda Aceh yang lebih baik.

    Sementara itu, Ketua WDC Kota Banda Aceh Dr Kusmawati Hatta MPd, mengungkapkan bahwa di Gampong Tibang juga sudah terbentuk Balai Inong Kartini. Balai ini dibentuk beberapa bulan yang lalu dan sudah melakukan kegiatan pertemuan-pertemuan rutin.

    "Selama ini kami sudah menjalankan program-program peningkatan kapasitas perempuan, terutama dari segi knowledge melalui pelatihan-pelatihan yang sama sekali tidak dipungut biaya. Balai Inong ini juga diharapkan masuk sebagai pranata sosial gampong, sehingga ada kerja sama yang baik antar aparatur gampong dengan Balai Inong." Ungkap Kusmawati

    Kepada para peserta Musrena, Kusmawati juga menjelaskan, pada dasarnya Musrena ini sama dengan Musrenbang tingkat Gampong (desa), namun karena banyak aspirasi kaum perempuan yang tidak tertampung di Musrenbang, makanya dibentuk Musrena dan hasilnya nanti akan diteruskan ke tingkat kecamatan hingga ke SKPD-SKPD terkait untuk ditindaklanjuti.

    Kata Kusmawati, dalam berbagai kesempatan, Walikota juga kerap menyampaikan targetnya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Banda Aceh, salah-satu cara tentunya dengan melibatkan peran perempuan dalam proses pembangunan Kota, dimana peran perempuan dilibatkan mulai dari perencanaan, yakni Musrena.

    "Ini tantangan berat, saat ini rata-rata pemikiran kita yang masih miskin. Orang kaya pun rela menjadi miskin demi bantuan Raskin misalnya. Pola pikir yang demikian yang perlu kita ubah," tutupnya. (Jun)